Si Penulis/Aku
Hai atau halo, apakah itu cukup berkenan?, Itulah kata-kata canggung yang terus dikatakan.,
Anyway, Setelah 3 tahun lamanya menulis hal-hal unik dan gila, mengisi ruang catatan dari banyaknya karya yang berserakan. Hasil keluhan hati dan akal pikiran yang berisikan kata puitis dengan sajak dan majas bertebaran. Jujur saja banyaknya hasil akar pikiran yang tertahan karena keadaan. Bukan karena hasilnya gak sepadan, bahkan beberapa catatan masih tertahan dalam proses pemikiran. "Suatu Kesalahan" contohnya, yang menghabiskan satu dua tahun tanpa kepastian. Dan banyak diantaranya terlantar karena pemikiran yang tidak matang. Mungkin orang pikir jika;
"Wah orang ini hebat, pemahaman dan konsep hasil dari buah pikiran, tertulis panjang dalam catatan seperti pecahnya kapal perang".
Nyatanya tidak seperti kata orang-orang. Aku pribadi yang aktif dalam gelapnya malam. Pikiran berkelana meronta-ronta selalu penuh tanda tanya, sendiri dan sepilah waktu otak dalam kepala terus bekerja. Menulis layaknya berbicara, bermain dengan berbahasa, penggunaan kosa kata seolah berada diluar kepala. Jadi agak sulit rasanya membicarakan hal yang jauh dari ketertarikan. Lagipula gak mungkin juga berkata dalam nyata dan berbincang dengan sajak dan kiasan. Maka seperti biasanya aku lebih banyak diam., Bukan karena suara ku mahal, justru karena menjaga interaksi tetap nyaman. Aku seorang perencana, informasi luas memberiku pandangan dari arah berbeda yang gak jarang memberikan pelajaran berkesan.
Dunia bekerja dengan sederhana, hasil interpretasi panca Indera menjadikan informasi layaknya harta berharga, sedikit berbicara membantu mencerna informasi lebih tertata, namun bukan berarti aku memanfaatkan keadaan. Aku tertarik dalam percakapan dan menjadi pendengar adalah peran yang paling nyaman, tak banyak tenaga yang dikeluarkan, tersenyum, tertawa dalam merespon percakapan. Dan percayalah, aku tidak memberikan pemahaman dan petuah orang tua dalam perkumpulan, tidak banyak penalaran filsuf kuno yang dikeluarkan, konsep dan paham ilmu pun gak banyak dibicarakan., Lagipula aku hanya pemuda sederhana biasa, bermain, berkumpul dan bersenang-senang sewajarnya. Dengan sesekali sibuk mencari konsep dunia dari akarnya.
Sederhananya Aku adalah si dia yang plegmatis yang sedikit mengambil sifat melankolis, berharap menjadi sosok yang koleris, agar mampu menjadi pribadi yang sanguinis. Bukan karena aku plin plan, hanya saja, aku gak mengenal diri ini sendiri.., cukup lama berkutat dalam diri mencari sosok mana yang mendominasi.., Jika kita mengingat lagipula Socrates pun gak mengenal pribadinya, berteriak di ramainya pasar dan berkata "kenali diri mu sendiri, sungguh kau harus mengenalinya" meskipun dia sendiri mengaku tak mengenal dirinya. Hal penting yang telah hilang diajarkan oleh Socrates. Jujur saja aku pun lupa siapa aku sesungguhnya. Telah banyak Karya hasil dari akar pikiran ku sendiri, segala tulisan dari yang sederhana, sampai segala hal yang mengkerutkan kepala. Mungkin semua "itu" hanyalah cara bagaimana aku mencari diri sendiri. Mungkin itulah kondisi dimana aku mulai tumbuh dewasa.., gak banyak mereka yang peduli "itu", bahkan untuk dirinya sendiri.., kalo boleh ditanyakan.
"Kalian siapa???"

Halo, ini adalah postingan perdana ku di platform blogger. Salam kenal wahai manusia, semoga laman maya dapat mencerdaskan kita
BalasHapusAmiinn
HapusSaya makhluk tuhan yang sederhana tak berdaya dan banyak salahnya
BalasHapus